Home
Metode SRI
Pertanian Organik
Pelatihan
Galeri Foto
Hubungi Kami
Download
Artikel
Berita
Produk
       
               
 
ARTIKEL / INFORMASI
 
<< 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 >>
Link :
Lahan Harus Tidur 2 Tahun Untuk Organik?
www.infoorganik.com  
www.agribisnisganesha.com

Pernyataan dan pertanyaan itu kadangkala muncul dari petani peserta pelatihan. Mereka mendapatkan informasi bahwa kalau mau bercocok tanam secara organik maka lahannya harus ditidurkan atau diistirahatkan dulu selama 2 tahun agar hasilnya nanti bisa dikategorikan organik. Alamaaaak.......... 2 tahun lahan itu harus tidak produktif ?????? Informasi-informasi inilah yang menjadi ganjalan bagi para petani untuk beralih ke pertanian organik, masa mereka harus puasa 2 tahun gara-gara ingin menerapkan pertanian organik? Memangnya selama diistirahatkan lahan tersebut benar-benar beristirahat jadi bersih kosong melompong tidak ada tanaman yang tumbuh di atasnya?  Walaupun mungkin informasi yang disampaikan ini salah ditangkap pengertiannya oleh para petani, tetapi memang sangat tidak penting untuk saat ini menginformasikan hal-hal demikian kepada petani yang cara berfikirnya memang masih pendek. 

Memang hal ini, penyebutan jangka waktu dan sejenisnya yang tidak penting disampaikan kepada petani untuk saat ini seringkali disebut-sebut oleh yang memberi sambutan atau pidato saat pembukaan atau peresmian suatu event yang berkaitan dengan pertanian organik karena kadangkala yang memberikan sambutan atau pidato ini juga hanya baru sekedar dengar-dengar saja mengenai pertanian organik jadi seringkali 'asbun'. Untuk menjawab pertanyaan atau pernyataan para petani tersebut biasanya ditanya balik kepada mereka informasi alasan apa yang mereka dapatkan sehingga harus dilakukan seperti itu. Jawaban mereka adalah katanya supaya residu-residu kimiawi akibat sistem pertanian konvensionalnya hilang sehingga nanti setelah 2 tahun saat ditanam lagi tanpa menggunakan bahan-bahan kimia maka baru jadi pertanian organik. Pertanyaan berikutnya supaya mereka berfikir adalah lebih cepat mana lahan tersebut akan bebas dari residu kimia dan mana juga yang lebih tidak merugikan, antara dengan dibiarkan selama 2 tahun nganggur atau selama 2 tahun tersebut digarap mutlak secara organik terus menerus dengan langsung meninggalkan pemakaian pupuk/pestisida kimia. Maka jawaban mereka langsung memilih akan cepat hilang residu kimianya kalau lahan itu sering diberi bahan organik atau diolah secara organik dan tentunya akan lebih baik/tidak merugikan kalau lahan itu digarap secara organik daripada dibiarkan nganggur, nah........ Dengan berfikir sederhana sebenarnya mereka bisa memilih mana yang lebih rasional untuk dikerjakan, namun karena kebiasaan malas berfikir mengakibatkan mereka langsung mencerna pernyataan yang keluar dari orang yang 'ditokohkan' di bidang pertanian. Apalagi kemudian setelah mereka mau berfikir sedikit seperti itu kemudian diberikan informasi bahwa untuk mempercepat pemulihan tanah saat di kelola secara organik dilakukan dengan cara memperbanyak pemberian mikro organisma lokal yang bisa mereka perbanyak sendiri dan informasi mengenai fungsi mikroorganisma ini dalam penguraian residu kimia, penambatan nitrogen, pemecahan ikatan P dan K maka fikiran mereka sebenarnya semakin terbuka. Jadi sebenarnya masih banyak informasi ngawur yang sampai kepada petani sehingga petani enggan beralih ke pertanian organik dan ini harus segera diluruskan dengan memperbanyak komunikasi dengan kalangan petani oleh para pihak yang memiliki kompetensi di bidang pertanian organik dan membatasi komunikasi oleh pihak yang miskin kompetensinya di bidang pertanian organik walaupun memiliki struktur jabatan di bidang pertanian.

 
Salam,
Utju Suiatna
Ganesha Organic SRI
www.ganeshabizniz.com
 
 
BERITAHU TEMAN
E-mail Anda
Nama Anda
E-mail Teman Anda
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
<< 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 >>