![]() |
Artikel |
|||||||
ARTIKEL / INFORMASI |
||
| Link : | Iwan, Petani Muda Harapan Masa Depan
|
|
| www.infoorganik.com | ||
| www.agribisnisganesha.com |
Saat ini sangat sulit menemukan pemuda di desa yang mau menekuni profesi sebagai petani, umumnya yang mau melakukan pekerjaan petani rata-rata berusia di atas 45 tahun-an. Tentunya hal ini akan menjadi masalah serius terhadap ketersediaan tenaga kerja di sektor pertanian, bahkan di suatu daerah di Subang utara terjadi lahan terlantar yaitu beberapa bulan tidak bisa digarap karena sedikitnya tenaga kerja sehingga harus menunggu para pekerja yang ada menyelesaikan pekerjaannya di tempat lain. Keengganan para pemuda desa untuk menekuni dunia pertanian ini memang sangat mudah difahami dan dimaklumi. Saat ini profesi petani identik dengan kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan/tidak modern sehingga para orang tua di desa yang berprofesi sebagai petani pun bahkan berharap anaknya mendapatkan pekerjaan di kota atau di sektor industri dan kemudian sawahnya dijual. Singkatnya dunia pertanian saat ini tidak diminati oleh para pemuda bahkan yang berasal dari keluarga petani itu sendiri karena citranya tersebut, sehingga tidak ada kebanggaan berprofesi sebagai petani padahal mereka bisa bersekolah dari hasil orang tuanya bertani.
Lain halnya dengan kondisi ini, di desa daerah Ciapus Banjaran Kabupaten Bandung alhamdulillah saya bisa berkenalan dengan seorang pemuda bernama Iwan Ridwan. Kami dari GO SRI memang sering mengkampanyekan pertanian ramah lingkungan dengan pola pertanian padi SRI Organik terutama kepada para pemilik sawah dari kalangan alumni ITB, dan disuatu waktu Pak Teguh salah seorang alumni Jurusan Tek. Elektro ITB mengundang ke Ciapus Banjaran untuk penjajakan aplikasi SRI Organik ini dilahannya. Saya diperkenalkan dengan Iwan yang sehari-harinya mengurus lahan tersebut yang juga berprofesi sebagai tenaga honorer yang mengurus area SD berwawasan lingkungan di daerah Ciapus. Sebagai tindak lanjut penjajakan tersebut kami mengajak Iwan untuk hadir dan ‘disisipkan’ pada pelatihan singkat untuk para calon staf GO SRI sebagai pendamping pertanian padi SRI Organik yang kami adakan. Sekitar dua bulan setelah pelatihan tersebut saya berkunjung untuk kedua kalinya ke Ciapus Banjaran dan pada pertemuan kedua ini Iwan lebih terbuka menceritakan apa saja yang telah diperbuatnya selama ini. Ternyata sebelum mengikuti pelatihan dari kami, dengan berbekal informasi dari koran atau majalah, Iwan sudah mencoba mengaplikasikan penanaman padi di pot, menggunakan pupuk kandang walaupun masih belum meninggalkan urea dan pestisida kimia, merancang kebun sekaligus menanam tanaman obat dan energi seperti mengkudu, jarak dan lainnya di halaman SD tempat dia bekerja bahkan sampai melakukan penanaman bibit pohon matoa dan marukan di daerah kritis pinggiran hutan. Semua upayanya memang saat itu masih belum memberikan hasil yang memuaskan karena keterbatasan informasi atau ‘ilmu’ yang dimiliki dan masih berjalan ‘sendirian’ dan hal ini sempat membuat semangatnya mulai mengendur untuk meneruskannya, kecuali hasil yang diperoleh ketika SD tempat dia bekerja mendapatkan hadiah sebagai Juara Sekolah berwawasan lingkungan walaupun pada proses penilaian sampai menjadi juara dia sebagai perancang dan pembangun kebun tersebut tidak pernah dilibatkan samasekali. Hasil dari hadiah ini sekarang digunakan untuk membangun gedung perpustakaan di SD tersebut yang masih dalam proses pembangunan. Pertemuannya dengan kami dan informasi yang diperolehnya pada pelatihan sehari tersebut membuatnya kembali bersemangat dan langsung mengaplikasikannya dilahan sawah yang sudah terlanjur mendapatkan perlakuan sistem konvensional, tentunya perubahan sistem ini dengan dukungan dari pemilik lahan. Hasilnya ternyata jauh lebih baik daripada hasil yang diperoleh sawah tetangganya yang full konvensional. Sistem penanaman padi di pot dia perbaiki juga sehingga memberikan hasil yang lebih baik seperti yang terlihat di foto (varietas Srimahi). Yang sangat mengagumkan adalah semua informasi yang diperoleh pada pelatihan tersebut selain diaplikasikan, dia jadikan dasar untuk melakukan penelitian sendiri dan semua hasil uji cobanya dia dokumentasikan dalam bentuk catatan walaupun masih sederhana dan menyimpan hasil pengamatannya yang berupa tanaman kering. Iwan mencoba melakukan beberapa percobaan seperti tanam padi dangkal di bandingkan yang dalam, yang menggunakan urea dan yang menggunakan organik dan sebagainya sampai pertumbuhan akar serabutnya pun dia perhatikan. Semuanya dia lakukan untuk menambah keyakinan dan untuk visualisasi dalam menjelaskan bila ada masyarakat sekitar yang ingin mengetahui kelebihan pola tanam padi SRI Organik yang dia coba sosialisasikan pada masyarakat sekitar di berbagai kesempatan. Kalau ini dilakukan oleh suatu lembaga atau komunitas intelektual tentu merupakan hal yang sangat biasa saja dan ini memang biasa kami minta untuk dilakukan oleh para staf pendamping GO SRI, tetapi kalau ini dilakukan oleh seorang pemuda desa yang taraf pendidikannya tidak tinggi, juga atas inisiatif sendiri tentu menjadi hal yang cukup istimewa. |
|
| www.ganeshabizniz.com | ||
![]() |
Inisiatif, kreatifitas, motivasi, ketekunan dan kecintaan Iwan terhadap pertanian dan lingkungan hidup mudah-mudahan bisa menjadi model untuk menjadi inspirasi para pemuda desa agar kembali menekuni dunia pertanian dengan sistem yang ramah lingkungan. Tapi ini tentunya akan bisa diharapkan bila Iwan mampu menjadi petani yang hidup secara berkecukupan bahkan diatas rata-rata masyarakat desa dari hasil bertaninya. Untuk mencapainya tentu masih membutuhkan waktu yang mudah-mudahan tidak terlalu lama sampai suatu saat nanti Iwan dapat memiliki lahan sendiri walaupun belum begitu luas sehingga dapat dijadikan model pertanian terintegrasi sambil tetap mengurus SD dan tetap menggarap lahan yang dipercayakan kepadanya oleh pemilik lahan. |
|
Hal yang bisa dilakukan oleh GO SRI pada saat ini untuk menyokong Iwan baru sebatas kontribusi kecil berupa share informasi yang intens serta bimbingan, dan kedepan bila memungkinkan akan mencoba melibatkan Iwan di kegiatan GO SRI dengan harapan bisa memberikan pendapatan tambahan untuk tabungan agar suatu saat bisa memiliki sawah sendiri. Selain itu dengan rencana akan didirikannya Politeknik berbasis Kewirausahaan dan Agribisnis yang digagas Pak Amar selaku Ketua Bidang Kewirausahaan IA ITB Jabar sekaligus President Ganesha Entrepreneur Club dengan salah satu Yayasan Pendidikan di Kabupaten Kuningan, diharapkan Iwan dapat menjadi salah satu lulusannya untuk memperkokoh pengetahuannya dan pencitraan intelektualitasnya walaupun sebagai petani. Mudah-mudahan rencana kami dalam menjadikan Iwan sebagai model/prototype pemuda petani desa yang mandiri, cerdas dan sejahtera dapat diwujudkan dengan segera sehingga dapat menarik para pemuda desa untuk kembali menekuni profesi petani yang sesungguhnya merupakan pekerjaan yang mulia sebagai penyedia pangan bagi manusia. |
||
Utju Suiatna
Ganesha Organic SRI
|
||